Kemarin dan Esok

Pada malam Tahun Baru tahun 1916, Oswald Chambers berkhotbah pada acara persekutuan doa Persemakmuran Inggris untuk para prajurit di Kairo, Mesir. Ketika berdiri di hadapan para hadirin yang hidupnya menjadi kacau akibat Perang Dunia I, sang pendeta berbicara kepada mereka tentang masa lalu dan hari esok.

Chambers berkata, "Setiap akhir tahun, kita begitu bersemangat menyambut rencana Allah untuk masa depan, tetapi jika mengingat masa lalu kita pun menjadi cemas. Sukacita anugerah Allah yang seharusnya kita nikmati berganti dengan kenangan masa lalu yang penuh dosa dan kesalahan. Namun, Allah juga adalah Allah dari masa lalu, yang mengizinkan kita mengenangnya supaya masa lalu itu dapat diubah menjadi pertumbuhan rohani pada masa depan. Allah mengingatkan kita pada masa lalu agar jangan sampai kita merasa kurang aman menghadapi masa depan. Biarkan masa lalu berlalu, serahkan saja kepada Kristus. Tinggalkan masa lalu yang tidak dapat diperbaiki lagi ke dalam tangan-Nya, dan melangkahlah bersama-Nya menuju masa depan yang tidak terelakkan" (My Utmost For His Highest).



Gambar: Tiang awan

Tiang awan, lambang pimpinan Tuhan kepada Bangsa Israel

Allah berjanji kepada bangsa Israel, "Tuhan akan berjalan di depanmu, dan Allah Israel akan menjadi penutup barisanmu" (Yesaya 52:12). Kita juga dapat merasa tenteram ketika mengetahui bahwa Allah kita tidak akan pernah membiarkan ataupun meninggalkan kita (Ibrani 13:5).

Dengan dimulainya tahun baru ini, kita dapat menyerahkan diri kita, dengan seluruh masa lalu dan masa depan kita, aman dalam tangan-Nya.

JIKA ANDA BERJALAN BERSAMA ALLAH HARI INI
ANDA AKAN MERASA YAKIN AKAN HARI ESOK

Diambil dari:
Nama situs : SABDA.org
Alamat URL : http://sabda.org/publikasi/e-rh/2002/01/01/
Judul asli renungan : Kemarin dan Esok
Penulis renungan : DCM
Tanggal akses : 12 Oktober 2017